Kontribusi Magister Agribisnis Undip Dalam Upaya Startegi Pertanian Di Masa Pandemi Bersama Perhepi Semarang

Patricia Ruth Berita UNDIP 14/09/2020

Permasalahan covid-19 masih menjadi isu panas di masyarakat, tak terkecuali akademisi. Semua berusaha mengembalikan kondisi seperti sedia kala, mengingat kondisi ini memiliki pengaruh bagi kehidupan masyarakat, tak terkecuali di sektor pertanian. Para petani merugi dan konsumen mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan, padahal sektor ini memiliki peran bagi manusia.

Melihat kondisi ini, Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) wilayah Semarang bersama Magister Agribisnis Universitas Diponegoro menyelenggarakan webinar bertema “Strategi Penerapan Rantai Pasok Produk Agribisnis Menuju Pemasaran yang Efisien di Masa Pandemi”. Kegiatan yang berlangsung 27 Agustus 2020 ini, dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro, M.P, Prof. Nuryantono dari IPB dan Prof. Siswanto Imam Santoso dari Undip.

Dalam acara webinar ini, ketiga narasumber membahas pentingnya pengamanan pada sector pertanian mengingat sektor pertanian merupakan kebutuhan dasar manusia. Di era pandemic, akses keluar masuk suatu daerah tentunya tidak akan sebebas sebelumnya, padahal mobilitas manusia sangatlah beragam. Di mana proses produksi lebih banyak terjadi pada wilayah pedesaan, sedangkan untuk sector distribusi dan konsumen lebih mengarah pada perkotaan. Selain itu, sistem produksi juga lebih berfokus untuk wilayah Jawa saja, padahal wilayah Sumatra sampai Papua juga memiliki kebutuhan yang sama. Oleh karenanya, perlu dilakukan pemetaan agar kondisi pangan bisa stabil.

Selain berdikusi Strategi Penerapan Rantai Pasok Produk Agribisnis Menuju Pemasaran yang Efisien di Masa Pandemi”, PERHEPI juga melakukan pelantikan tehadap pengurus KOMDA Semarang. Dr. Edy Prasetyo selaku Ketua PERHEPI Komda Semarang periode 2020-2023, menuturkan permasalahan isu pertanian mengalami peningkatan, khususnya di masa new normal ini. Karenanya PERHEPI berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan sumbangan pemikiran dan tenaga agar petani semakin berjaya. Pelantikan ini dihadiri 400 peserta yang terdiri dari praktisi, dosen, pegawai pemerintahan, hingga mahasiswa dari seluruh Indonesia.