PSM Teknik Undip Menangkan Kompetisi Internasional

Azza Ifana Berita UNDIP 12/11/2022

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang 18th Busan Choral Festival & Competition. Kompetisi tersebut digelar di Busan Cinema Center, Sohyang Theatre, Busan, Korea Selatan, Rabu hingga Jumat (19-21/10) lalu. Sebagai juara, PSM Teknik Undip berhak mendapatkan hadiah sebesar 20.000 dollar AS.

Empat penghargaan internasional yang diraih oleh 44 anggota tim PSM Teknik Undip ini adalah Champion of Grand Prix, juara pertama Classical Mixed & Equal Category, juara ketiga Ethnic Category, dan presentasi terbaik di Ethnic Category. Penghargaan sebagai juara umum pada kompetisi paduan suara tingkat internasional ini merupakan kali pertama yang diraih tim PSM Teknik Undip.

“Dulu PSM Teknik Undip pernah meraih juara 1 tapi belum menang jadi juara umumnya. Tahun ini, Puji Tuhan kami dapat juara umum. Ini prestasi baru juga untuk PSM Teknik Undip,” ujar Helena Dian Pramastuti, Ketua PSM Teknik Undip ketika dihubungi oleh tim kontributor Website IKA Undip, Rabu (9/11).

Terdapat delapan lagu yang dibawakan tim PSM Teknik Undip dalam ajang tersebut. Untuk kategori Classical Mixed & Equal, terdapat lima lagu yang dinyanyikan, yaitu Mahakali (komposer Bagus S. Utomo), Fair Phyllis (komposer John Farmer), Ergebung (komposer Hugo Wolf), Readymade Alice (komposer Perttu Haapanen), dan Fajar dan Senja II (komposer Ken Steven. Adapun pada kategori Etnik, terdapat tiga lagu yang disuguhkan oleh tim PSM Teknik Undip, yakni Malin (komposer Bagus S. Utomo), Soleram (aransemen oleh Josu Elberdin), dan Benggong (komposer Ken Steven). Bagus S. Utomo adalah pelatih tim PSM Teknik Undip.

Untuk memperoleh prestasi gemilang itu, butuh perjuangan yang tidak mudah. PSM Teknik Undip melakukan rangkaian persiapan dan latihan hingga tujuh bulan lamanya. Meski saat itu perkuliahan di Undip belum sepenuhnya dilaksanakan secara luring, tetapi demi kelancaran proses latihan paduan suara, setiap anggota PSM Teknik Undip merelakan waktu belajar di rumahnya untuk berlatih di Kota Semarang.

Terlebih, hampir setengah dari anggota tim PSM Teknik Undip masih berstatus mahasiswa baru dan saat itu belum terlalu luwes dalam bernyanyi. “Kemarin lebih banyak mahasiswa baru, jadi harus ditempa lebih keras lagi karena mengejar target agar setara dengan kemampuan kakak-kakak tingkatnya,” jelas mahasiswi Teknik Lingkungan angkatan 2019 itu.

Tak berhenti sampai di situ, butuh perjuangan  panjang agar seluruh tim dapat diberangkatkan ke Negeri Ginseng. Dana yang diperlukan tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan juta rupiah. Dari mulai mencari dana sponsor hingga berjualan berbagai ragam produk pun mereka lakoni. Tantangan-tantangan tersebut tak menyurutkan semangat tim PSM Teknik Undip dalam meraih cita-cita.

Melalui penghargaan ini, Helena berharap agar PSM Teknik Undip dapat terus mengepakkan sayapnya lebih tinggi. “Untuk PSM Teknik Undip semoga terus maju. Kemarin sudah menang di Asia Timur, semoga selanjutnya bisa jadi juara di Eropa,” pungkasnya. (AZA)