IKA Undip Ajak Masyarakat Indonesia Perangi Radikalisme

Patricia Ruth Berita Alumni 30/03/2021

Foto diambil dari kompas.com pada Selasa, 30 Maret 2021
Aksi bom bunuh diri kembali terjadi, kali ini di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3) pagi, ketika umat merayakan misa Minggu Palma. Kejahatan kemanusiaan ini jelas tidak bisa ditolerir.
Dalam munas Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro wilayah Jakarta, Minggu (28/3), Wakil Ketua Umum DPP IKA Undip, Akhmad Muqowam menyatakan bahwa kekerasan atas nama apa pun adalah tindakan yang tidak beradab.

Kasus bom bunuh diri di lingkungan Gereja Katedral Makassar, lanjutnya, merupakan wujud pemahaman agama yang tidak benar, bahkan ini wujud salah memahami jihad ajaran muslim.

"Kami atas nama pribadi dan pengurus DPP IKA Undip mengutuk kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan," tuturnya seperti dikutip mediaindonesia.com (28/3) dan rmoljateng.com (28/3).

Muqowan menjelaskan bahwa teror bom bunuh diri menjadi penggambaran pemahaman agama yang sempit pada kelompok-kelompok radikal. Ia meyakini bahwa agama mana pun tidak pernah menganggap aksi ini sebagai tindakan mulia.

"Sudah jelas, agama apa pun tidak ada yang mengajarkan aksi kekerasan apalagi teror bom bunuh diri, Indonesia adalah negara majemuk, bukan negara satu kelompok,” tegasnya. 

Melihat isu seperti ini, mantan pimpinan DPD RI ini mengaku khawatir akan memberikan citra buruk bagi agama Islam, yang berakibat pada disintegrasi bangsa. Sebagai langkah pencegahan, ia mengajak semua elemen bangsa saling berkoordinasi dan mencegah tindakan maupun pengajaran radikalisme.

"Kami meminta institusi terkait, antara lain pihak Kepolisian dan BNPT untuk segera ambil tindakan dan langkah cepat untuk mengungkapkan kasus ini, sehingga tidak menjadi polemik di tingkatan masyarakat, dan jangan sampai merugikan Islam sebagai agama yang pasti benar, serta jangan sampai menjadi faktor pemecah belah kesatuan bangsa Indonesia, yang sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan dan vaksinasi kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan pandemi Covid-19,” tutupnya. (patricia)