Alumni Mengajar Jilid II Menularkan Semangat Berbisnis di Era New Normal

Azza Iffana Berita Alumni 02/12/2020

Kegiatan alumni mengajar digelar untuk kedua kalinya melalui webinar, pada Sabtu (28/11), pukul 09.30 – 12.00 WIB. Kali ini mengundang Roy Wibisono (CEO PT Naruna Ceramic) dan Syanaz Winanto (Founder Rorokenes dan Ketua ICSB – International Council for Small Business, Semarang) menjadi narasumber. Topik yang diangkat adalah “Semangat Berbisnis di Era New Normal”. Webinar ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Undip TV.

Wakil direktur dan hubungan alumni, Ida Widowati mengungkapkan bahwa kegiatan alumni mengajar bertujuan meningkatkan minat berwirausaha para mahasiswa, dan sebagai ajang untuk mempererat alumni dan mahasiswa Universitas Diponegoro. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan minat kewirausahaan para mahasiswa, membekali mahasiswa dengan softskill di antaranya kewirausahaan tadi, mewujudkan kampus merdeka. Tujuan lain mendekatkan alumni dengan almamaternya, dosen bisa mengenal mahasiswa, begitu pula sebaliknya,” ujar Ida.

Selanjutnya Syanaz mengulas singkat tentang bisnis miliknya, Rorokenes yang telah berdiri sejak tahun 2014. Ini merupakan produk tas berbahan kulit sapi, kambing, domba, serta kain. Produknya sudah dipasarkan hingga ke mancanegara. Nama Rorokenes diambil dari gambaran perempuan Indonesia yang pintar, tangguh, aktif, halus budi, dan memiliki kepedulian sosial.

Syanaz membagikan tips agar bisa mempertahankan bisnis di kala pandemi Covid-19. Saat pandemi seperti ini, menurutnya, justru menjadikan individu lebih kreatif, dinamis, dan produktif. Saat ini Syanaz memberlakukan empat cara yang disebut a new value curve. Empat cara tersebut adalah reduce, eliminate, raise, dan create. Reduce merupakan garis tegas antara variable cost dengan fixed cost, yang harus dilakukan dengan efisiensi yang sama. Konsep eliminate dilakukan dengan cara menyederhanakan struktur organisasi dan menghitung aset dengan saksama, dilihat dari nilai manfaat dan kegunaannya.

Konsep yang ketiga yaitu raise. Beberapa hal yang harus ditingkatkan dalam konsep yang ketiga adalah integritas, personal dan product branding, ilmu dan training, komunitas, relationship, dan integrasi sosial media dan omni channels. Cara yang terakhir yaitu create yakni menghasilkan varian produk baru, new approach, new marketing channel, new customers engagement, new SOP dan protokol kesehatan, serta new tagline.

Selanjutnya Roy mengingatkan, agar setiap orang yang hendak memulai bisnis harus sadar betul bahwa setiap pengusaha akan menghadapi seribu macam masalah. Kadang kala masalah ini bisa menyudutkan individu yang tengah merintis bisnis, sehingga bisnisnya mati di tengah jalan. Roy pun harus melewati banyak hambatan untuk sampai pada keberhasilan seperti saat ini.

Ia memberi nama produk keramiknya, Naruna yang berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti terkemuka, dengan harapan Naruna menjadi produk andalan dan terkemuka. Harapan itu kini terwujud. Menurut Roy, omzet penjualan keramik Naruna selalu naik, meskipun sedang masa pandemi. “Kuncinya adalah menguatkan sistem. Kita itu ketika bisnis jangan hanya fokus ke satu tempat, harus bisa semua, research harus kuat, design harus kuat, marketing juga sama, kreatif dan inovatif, efektivitas produksi, serta leadership yang baik,” jelas Roy.