Undip Peringkat Pertama yang Lulusannya Banyak Terserap Dunia Kerja

Azza Ifana Berita UNDIP 13/01/2022

Quacquarelli Symonds (QS) Asia Ranking 2022, lembaga pemeringkatan universitas dunia telah merilis deretan universitas terbaik di dunia untuk kategori “Graduate Employability Rankings 2022.” Kategori tersebut memilih perguruan tinggi yang berhasil mencetak lulusan berkompetensi dengan prospek kerja tinggi atau lulusan siap kerja terbaik.

Hanya ada delapan perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil masuk dalam pemeringkatan ini. Secara berurutan, Universitas Diponegoro (peringkat 251-300 dunia) berada di peringkat pertama disusul oleh Universitas Indonesia (peringkat 251-300 dunia), Universitas Airlangga (peringkat 301-500 dunia), Institut Teknologi Bandung (peringkat 301-500 dunia), Universitas Gadjah Mada (peringkat 301-500 dunia), Institut Teknologi Sepuluh November (peringkat 301-500 dunia), Universitas Bina Nusantara (peringkat 500+ dunia), dan Universitas Brawijaya (peringkat 500+ dunia).

Sebelumnya, Undip berada di peringkat ketiga di kategori yang sama. Kepala Kantor Pemeringkatan Undip, Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa terdapat dua indikator yang mendongkrak naiknya capaian Undip. “Ya tentu yang mendongkrak adalah indikator employer student connection, dan graduate employment rate-nya,” ujarnya dalam keterangan yang diberikan kepada Tim Kontributor IKA Undip pada Kamis (13/1).

Prof. Denny menuturkan bahwa koneksi antara mahasiswa dengan para pengguna lulusan Undip sangat baik, diperkuat oleh program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemendikbud. Program tersebut mengharuskan mahasiswa untuk belajar di luar kampus sebanyak 20 SKS. “Karena program tersebut mendorong konektivitas antara mahasiswa dan dunia kerja semakin meningkat,” tuturnya.

Adapun indikator graduate employment rate, menurut Prof. Denny, penghasilan para lulusan Undip ketika pertama kali bekerja mengalami peningkatan, yang menunjukkan kualitas lulusan Undip semakin baik dengan gaji rata-rata di atas UMK. “Undip bisa mengukur sendiri jumlah penghasilan yang diterima oleh para lulusan Undip melalui Tracer Study yang setiap periode lulusan selalu ter-update,” imbuhnya. Meningkatnya prestasi tersebut tidak terlepas dari peran berbagai elemen kampus, mulai dari dosen, tenaga pendidik, dan alumni.

Pemeringkatan QS Asia Ranking untuk kategori Graduate Employability Rankings menggunakan lima indikator utama, yakni employer reputation, alumni outcomes, partnership with employers, employer students connection, dan graduate employment rate. Masing-masng memiliki bobot 30 persen, 25 persen, 25 persen, 10persen, dan 10 persen.

Employer reputation diukur berdasarkan data yang diambil dari hampir 75.000 respon atas survei yang dilakukan oleh QS Employer Survey. Adapun alumni outcomes, data didapatkan dari hasil analisis 40.000 orang berprestasi di seluruh dunia dengan kategori paling inovatif, kreatif, memiliki kemampuan finansial memadai, wirausahawan dan filantropis sukses untuk mengetahui universitas mana saja yang menghasilkan tokoh-tokoh dengan karakter tersebut.

Dengan capaian Undip yang terus meningkat, Prof. Denny berharap kualitas lulusan Undip semakin baik. “Employer reputation juga terus ditingkatkan. Proses akademik dan nonakademik di Undip menjadi semakin meningkat kualitasnya sehingga Undip mampu mencetak para lulusan yang bisa langsung diserap oleh lapangan pekerjaan. Hal tersebut juga menjadi harapan Undip untuk terus mematangkan diri menjadi World Class University,” pungkasnya. (azza)

Sumber foto: IDN Times Jateng