Terminator: Terlambat Lulus Bukan Berarti Gagal

Patricia Tambunan Berita Alumni 30/11/2022

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro mengadakan acara kumpul Alumni di Lorin Hotel Solo. Kegiatan yang terselenggara pada 26-27 November 2022 ini memiliki agenda utama yaitu temu kangen dan jalan-jalan ke Sangiran.

Uniknya, alumni FK Undip ini memiliki grup khusus untuk mereka yang pernah tertunda masa studinya. Mereka menamakan diri Terminator.

“Terminator berasal dari kata terminasi atau pemberhentian. Jadi Mbak, isinya adalah alumni FK Undip yang sempat terhenti masa studinya, terhenti di sini karena beberapa faktor seperti ekonomi, aktivitas, dan lain sebagainya,” ungkap dr. Wiryanto Sp.Rad.

Wiryanto menceritakan bahwa awal terbentuknya Terminator adalah karena pergantian sistem pendidikan kedokteran Undip pada tahun 1985 yang berubah menjadi SKS. Hal ini membuat hampir setengah angkatan 85 terpaksa tinggal kelas dan bergabung ke angkatan bawah.

“Terminator ini menjadi rumah untuk mahasiswa seperti saya dan teman-teman yang sempat gagal di kelas. Kami harus ikut angkatan di bawah, tapi di angkatan bawah juga tidak nyaman karena bukan angkatan kami. Jadinya serba salah,” tuturnya.

Terminator digagas pada tahun 2012 oleh dr. Wiryanto bersama dr. Cipto Pramana, Sp.OG. Semula para anggota Terminator sempat merasa minder.

“Di awal pembentukan sempat merasa minder, karena isinya dokter-dokter yang terlambat studi tapi kami menyadari bahwa terlambat bukan berarti gagal. Kami sedang mempersiapkan diri lebih lama dari yang lain menuju kesuksesan,” canda dokter di Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi Bogor ini.

Saat ini para anggota Terminator berhasil menunjukkan kesuksesan masing-masing di berbagai tempat kerja. Dr. Cipta Pramana, Sp.OG di RSUD Kota Semarang, Dr. dr. Cahyono Hadi, S.H., Sp.OG(K) sebagai Direktur RS Moewardi dan Ketua IKA Medica, Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti Sp.F, sebagai ahli forensik perempuan pertama di Asia sekaligus Komisaris Besar Polisi, dan masih banyak lagi.

“Kita tidak akan pernah tahu bagaimana jalan hidup orang, yang kita kira terlambat belum tentu gagal dan inilah yang menjadi tujuan Terminator. Di setiap pertemuan kami selalu mengingatkan ini. Terminator harus memiliki rasa peduli dan sukarela,” tegasnya.

Saat ini grup Whatsapp Terminator telah memiliki anggota sebanyak 150 dokter dari berbagai angkatan. Dalam setiap pertemuan Terminator juga diikuti oleh dokter dengan masa studi aman.

Wiryanto kembali mengingatkan bahwa terlambat sekolah bukan berarti gagal. “Kita harus selalu semangat. Jangan minder tapi tunjukkan saya menunda untuk melangkah lebih jauh dari Anda,” katanya.