IKATEKSI Undip Gelar Webinar Nasional Tentang Geospatial Technology

Azza Ifana Berita Alumni 17/11/2021

IKA Teknik Sipil (IKATEKSI) Undip menggelar diskusi dalam kegiatan webinar nasional, bertema “Geospatial Technology in Smart City Development”. Webinar yang terbagi dalam dua sesi ini dilaksanakan secara virtual, Selasa (16/11), pukul 08.30 hingga 15.30 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber terkemuka, yaitu Nazib Faizal, S.T., M.Sc. (Kepala Pusat Data dan TI, Kementerian PUPR); Dr. Yasser Wahyuddin, S.T., M.T., M.Sc. (Dosen Departemen Teknik Geodesi Undip); Taufiq Imam Hidayat, S.T. (BIM Infrastructure Expert PT Waskita Karya Tbk); Arief Rahman (Senior Manajer Smart Infrastructure Technology PT PP Persero Tbk.); Indika Aries Pratama, S.T. (Solution Specialist PT Esri Indonesia). Hadir juga Ir. Diana Kusumastuti, M.T. (Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR) sebagai keynote speaker.

Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D., Dekan FT Undip menuturkan bahwa acara ini mengangkat topik yang penting, karena disesuaikan dengan isu pembangunan di masa sekarang yang menggabungkan teknologi di dalamnya. “Topik ini sangat keren dan masih in, jadi betul-betul bagaimana nantinya sentuhan teknologi sudah mulai dipergunakan untuk proses infrastruktur, bagaimana membangun sebuah kawasan. Harapannya diskusi ini, antara pemerintah, industri, akademisi, serta vendor dapat bekerja sama saling memperkuat barisannya untuk memajukan bangsa,” terangnya saat mengisi sambutan.

Lukman Hidayat, Ketua DPP IKA Undip menuturkan hal yang sama. “Kemauan teknologi di era saat ini telah menuntut manusia untuk mendapatkan sesuatu lebih mudah, murah, dan cepat. Teknologi secara berkesinambungan terus dikembangkan termasuk pembangunan kota pintar ini,” tuturnya.

Diana menuturkan bahwa Indonesia memiliki beberapa tantangan infrastuktur permukiman, seperti masalah disparitas, masalah urbanisasi, dan kerentanan terhadap bencana. Ia menambahkan bahwa dalam situasi pandemi, infrastruktur pembangunan memiliki peran terhadap pemulihan ekonomi, contohnya menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing investasi, meningkatkan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan pusat kawasan ekonomi baru, serta meningkatkan layanan publik.

Nazib memaparkan tentang topik “Peran Teknologi Geospasial dalam Mewujudkan Smart Infrastucture untuk Ibu Kota Negara.” Ia menjelaskan, terdapat beberapa tahapan untuk menuju smart infrastucture. Tahapan tersebut dimulai dari smart design & construction dan smart infrastructure. Smart infrastrukture merupakan gabungan dunia nyata dan digital untuk membangun sebuah ekosistem yang cerdas di suatu kawasan.

Yasser mengangkat topik “Self-Quantification and Territorial Quantification Under the Smart City Era.” Ia menerangkan mengenai enam pilar smart city yang disusun oleh Kementerian PUPR, yaitu smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding.

Arief membahas mengenai topik  “BIM, GIS, dan Smart Cities: Peluang & Tantangan.” Arief menjelaskan bahwa BIM (Building Information Modeling) merupakan suatu proses atau metode untuk membangun konstruksi digital mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga serah terima dan pemeliharaan. Sementara itu GIS atau Geographic Information System diartikan sebagai suatu framewok yang dikonseptualisasikan, yang memiliki kemampuan mulai dari koleksi hingga analisis data spasial dan geografis.

Taufiq mengulik tentang “Kontribusi Strategis Informasi Geospasial dalam Proyek Infrastruktur Nasional Studi Kasus: Pengembangan GeoBIM WebGIS Waskita Raya.” Ia menjelaskan bahwa GeoBIM merupakan integrasi antara teknologi GIS dan BIM di dalam satu platform.

Indika membahas mengenai “Plan Your Smart City using GIS Technology.” Menurutnya, untuk membuat konsep smart city, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah menyelesaikan permasalahan dalam kawasan tersebut. “Bagaimana kita bisa memulai konsep smart city untuk kota kita, kita bisa mulai memprioritaskan tantangan yang kita hadapi. Kita fokus kepada menyelesaikan dengan solusi tematik misalnya transportasi untuk mengatasi kemacetan bisa dengan smart transit,” jelasnya. (azza)