OSH Forum dan IKAK3 Undip Budayakan Pentingnya K3

Patricia Ruth Berita Alumni 04/06/2021

Alumni K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro telah berhasil mengisi berbagai macam sektor industri di tanah air dan mancanegara, khususnya di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

Hadirnya alumni K3 FKM Undip diharapkan dapat mengupayakan budaya K3 secara kolektif. Saat ini para alumni terus menggencarkan kolaborasi aktif mulai dari pihak universitas, pemerintah, serta masyarakat umum. M. Fadri Al Baihaqi, Ketua IKAK3 FKM Undip menyampaikan hal tersebut dalam diskusi rutin IKAK3 Undip dan OSH Forum, Kamis (3/5).

Hadirnya budaya K3 secara rutin bertujuan untuk menyampaikan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses bisnis. Para alumni K3 FKM Undip melihat budaya K3 menjadi isu penting dalam perkembangan industri nasional.

Fadri yang saat ini bekerja sebagai OHS Specialist di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk., mengajak para alumni untuk mengambil peran, salah satunya mendidik para mahasiswa K3 yang tergabung dalam OSH Forum.

Ia berpendapat sebagai mahasiswa K3 harus memiliki mental tangguh untuk dapat membudayakan K3 di tempat kerja, selain memiliki kompetensi unggul. "Sinergi alumni untuk mendidik para junior di OSH Forum adalah modal berharga, kita perlu menyiapkan generasi mendatang agar memiliki kepekaan dan mentalitas yang baik dalam upaya promosi budaya K3 di tempat kerja," tutur Fadri, alumnus  FKM Undip angkatan 2006 ini, seperti dikutip suaramerdeka.com, Kamis (4/6).

Hal yang sama juga diungkapkan Fajrul Falakh, Humas IKAK3, "Upaya promosi budaya K3 di tempat kerja selain butuh skill kompetensi, juga perlu sosialisasi yang masif mengenai hak-hak ketenagakerjaan."

Fajrul, alumnus K3 yang kini berprofesi sebagai auditor sistem manajamen K3 ini  mengatakan, bekal kompetensi, pengenalan aspek regulasi dan hak-hak ketenagakerjaan juga penting untuk ditanamkan kepada para mahasiswa sejak di bangku kuliah. Perlu adanya pemahaman bagi para tenaga kerja terkait hak ketenagakerjaan, sehingga memudahkan promosi budaya K3.

“Banyak pekerja belum mengetahui sepenuhnya bahwa salah satu di antara sekian hak yang diperoleh tenaga kerja adalah tempat kerja yang aman dan sehat, maka ke depan ini menjadi tantangan bersama, baik bagi para alumni, juga para mahasiswa K3,” tambah Fajrul.

Selain diskusi rutin, alumni yang tergabung dalam IKAK3 terus melakukan kolaborasi dengan mahasiswa K3 dalam bentuk alumni mengajar, bimbingan karier, dan magang industri. Selain itu, kegiatan literasi K3 melalui media digital juga terus digencarkan sebagai wujud bakti langsung untuk masyarakat. (patricia)