FISIP Undip Mengupas Demokrasi Indonesia di Era Digital

Patricia Ruth Berita UNDIP 28/04/2021

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro menggelar International Webinar and Guest Lecture, dalam rangka mengembangkan Undip sebagai World Class University (WCU).

Kegiatan yang dilaksanakan jurusan Ilmu Pemerintahan Undip ini mengusung tema "Social Media Activism, Digital Resilience and Resistance to Democratic Regression". Hadir dalam webinar ini Prof. Budi Setiyono. Ph.D, Wakil Rektor 1 Undip yang memberikan keynote speech. Juga hadir Dr. Hadi Warsono MTP, Dekan FISIP Undip, dan Dzunuwanus Ghulam Manar, M.Si., sebagai moderator.

Pembicara pada kegiatan ini, yaitu Prof. Didik J. Rachbini dari LP3ES; Yuwanto, Ph.D. dan Wijayanto, Ph.D. dari Undip; serta Prof. Merlyna Lim dari Carleton University dan Dr. Yatun Sastramidjaja dari University of Amsterdam.

Prof. Budi menegaskan bahwa demokrasi Indonesia merupakan hasil perjuangan para pahlawan, yang perlu dijaga, khususnya di zaman modern kini.

Merlyna Lim membahas tentang peranan media digital dan politik di Indonesia, yang saling berhubungan. Dalam penelitiannya Merlyna menemukan adanya perkembangan signifikan partai politik melalui internet, khususnya di media sosial.

Pada sesi berikutnya, Yatun Sastramidjaja membahas tantangan dimensi sosial yang hadir bagi kaum muda dan cara menyikapinya. Ia melihat internet sebagai wadah logika dalam mobilisasi, membuat segala sesuatu menjadi sangat fleksibel, mudah diikuti dan diketahui semua orang. Kemudahan ini membuat masyarakat dapat mengeluarkan pendapatnya.

Perkembangan politik di Indonesia mulai terjadi pada tahun 2000-an, setelah zaman orde baru. Hal ini terlihat dari adanya protes mahasiswa dalam bentuk demo. Pada masa pandemi, demo muncul di media sosial, salah satunya berbentuk hashtag atau tagar (tanda pagar).

Didik J. Rachbini membahas peran LP3ES untuk demokrasi di masa digital. Sedangkan Wijayanto membahas teror siber, aliansi akademisi anti korupsi dan kemunduran demokrasi di Indonesia. Sementara Yuwanto membahas keterlibatan dan peranan masyarakat pada demokrasi di masa digital. (patricia)