Talkshow Jejaring Alumni Seri 5: Alumni Undip Harus Berdaya Guna

Azza Iffana Berita Alumni 03/10/2020

Sejumlah gagasan mengemuka dalam acara talkshow penguatan jejaring alumni seri ke-5 dilaksanakan pada Kamis (1/10). Kali ini Ikatan Alumni Universitas Diponegoro menggandeng DPP IKA Undip di Sulawesi, Bali, NTT, dan NTB.

Acara yang dilakukan secara virtual melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube Undip TV ini menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya Dwi Cahyo Utomo, S.E., M.A., Ph.D., Plt. Wakil Rektor III Undip; Prof. Denny Nugroho S., ST., M.So., Kepala Kantor Pemeringkatan Undip; Lukman Hidayat, Ketua DPP IKA Undip; dan Setiadi, Ketua DPD IKA Undip Sulawesi Selatan.

Menurut Ardiansyah selaku moderator, acara bertujuan untuk menjalin tali persaudaraan bagi alumni Undip. “Selain untuk silaturahmi antaralumni, juga merupakan kerja sama kita dalam rangka program Merdeka Belajar dan untuk kerja sama dalam peningkatan branding Undip,” ungkapnya.

Dr. Maryono S.E., M.M., Ketua Umum DPP IKA Undip menyinggung pemanfaatan SSO (Single Sign On) dalam sambutannya. Menurutnya dengan adanya sistem terintegrasi satu pintu SSO, jaringan antaralumni akan semakin kuat. “Jejaring alumni ini mempunyai kekuatan-kekuatan yang sangat potensial. Dengan menggunakan fasilitas SSO akan memberikan dampak yang sangat positif, memudahkan kita mendapatkan informasi yang lebih akurat dan bisa digunakan untuk kegiatan bisnis, silaturahmi, pengembangan almamater kita sehingga ranking semakin meningkat,” ujar Maryono.

IKA Undip memiliki peran sangat penting guna pemeringkatan Undip sebagai perguruan tinggi. “Undip saat ini menyandang tiga status, yakni sebagai PTN-BH (Berbadan Hukum, red.), universitas riset, dan universitas berkelas dunia. Ketiganya ini tidak bisa lepas dari peran alumni. Beberapa indikator baik di PTN-BH, universitas riset, maupun WCU (World Class University, red.) itu reputasi lulusan menjadi salah satu hal yang penting,” jelas Denny.

DPD IKA Undip Sulawesi Selatan memberikan gagasan mengenai strategi yang harus ditempuh dalam optimalisasi alumni. Menurut Setiadi, alumni bisa dikatakan sebagai duta universitas. Oleh karenanya, hubungan erat antaralumni sekaligus yang mewadahi (IKA Undip) haruslah berdiri sebagai organisasi yang terbuka. “Alumni adalah bagian dari produk suatu perguruan tinggi. Tolak ukur kesuksesan dari sebuah perguruan tinggi itu dapat dilihat dari bagaimana alumninya berdaya guna, berperan dalam kehidupan nasional, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Lukman Hidayat memaparkan materi “Penguatan Peran IKA Undip di Indonesia Timur.” Dalam hal ini strategi yang harus dilancarkan oleh IKA Undip, antara lain organisasi dan keanggotaan harus dikuatkan dari segi database alumni sekaligus keanggotaan otomatis, adanya media komunikasi yang mudah diakses dan efektif serta penyebaran informasi secara konsisten sebagai bagian dari teknologi dan pola komunikasi, hubungan almamater bisa ditempuh dalam beberapa hal (menjaga citra almamater, penguatan skill dan integritas, serta bantuan beasiswa dan kegiatan kemahasiswaan), juga bidang kewirausahaan yang harus ditingkatkan.