Alumnus Undip Ini Diakui sebagai Women in Conservation

Azza Iffana Berita Alumni 17/07/2021

Ranny Ramadhani Yunaeni telah memberikan hidupnya untuk menjaga kelestarian laut. Maka layak jika ia diakui sebagai “Women in Conservation” yang dirilis oleh Dive Magazine United Kingdom, pada tahun 2016.

Hasrat untuk menjaga kelestarian laut muncul semenjak Ranny duduk di bangku kuliah. Ia bergabung dengan Marine Diving Club (MDC) sebagai anggota angkatan XVII sejak 2010. Organisasi itu yang membuatnya jatuh cinta pada kegiatan konservasi laut. Itu sebabnya, alumnus program studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK Undip) tahun 2009 ini memilih bekerja di bidang kelautan secara total semenjak lulus kuliah.

Setamat kuliah di tahun 2013, Ranny bekerja di WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia hingga sekarang. Saat ini Ranny bekerja di bidang spesialis konservasi hiu dan pari. “Saat ini saya menjadi anggota WWF Indonesia pada program kelautan dan perikanan di Indonesia, khususnya mengkoordinir spesialis konservasi hiu dan pari,” ujar Ranny, pada Kamis (15/7).

Di awal kariernya dalam bidang konservasi laut, Ranny ditempatkan di daerah terpencil Raja Ampat, Papua. Fokusnya pada saat itu adalah mengedukasi anak-anak di sana tentang cara merawat terumbu karang dan hiu. “Dalam memulai karier saya, waktu itu saya ditempatkan di area yang cukup terpencil di Raja Ampat, Papua. Saya diminta untuk mengedukasi anak-anak terkait dengan pentingnya mencintai dan merawat terumbu karang dan hiu di lautan,” terangnya.

Kecintaannya terhadap konservasi laut juga ditunjukkan Ranny dengan terus berinovasi di bidang teknologi. Ia mengembangkan teknologi mitigasi bycatch spesies laut, dengan tujuan meningkatkan kelulushidupan (survival rate) spesies-spesies yang tertangkap tidak sengaja (bycatch). Selain itu ia mendukung riset-riset daya dukung wisata penyelaman di kawasan perlindungan laut. Keterlibatannya dalam penelitian atau riset telah mencantumkan namanya dalam berbagai publikasi seperti tesis dan jurnal di 22 universitas di Indonesia, juga kontribusinya dalam penyediaan data kelautan nasional.

Tidak hanya dalam bentuk riset, Ranny aktif pula menyuarakan kampanye penurunan konsumsi hiu di WWF Indonesia dengan tagar #SOSharksCampaign. Selain di bidang konservasi hiu dan pari, Ranny pun aktif di Threatened Species Working Group (TSWG) CTI-CEF yang melingkupi enam negara di area segitiga terumbu karang dunia.

Berkat dedikasinya pada bidang konservasi laut, Ranny mendapatkan penghargaan dari WWF Singapura dan dinobatkan sebagai Manta Ambassador di tahun 2013. Selain itu, Dive Magazine memberinya gelar “Women in Conservation” di tahun 2016. “Ini merupakan penghargaan yang luar biasa dalam karier saya. Tidak mudah untuk mendapatkan penghargaan yang diinisiasi dari luar negeri,” pungkasnya.

 

Sumber foto: undip.ac.id