SDGs Center Undip Peduli Air Bersih

Patricia Ruth Berita UNDIP 26/04/2021

SDGs Center Universitas Diponegoro bersama Pro Alma FM (PT Radio Suara Undip) menggelar talkshow deanseries ke-13, dengan tema “Air Bersih dan Kemitraan Mencapai Tujuan”, (24/4). Tampil sebagai narasumber Dekan Sekolah Pascasarjana Undip, Dr. RB Sularto, S.H., M.Hum., dan Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Dr. Budiyono.

 Pelayanan sanitasi menjadi poin keenam dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Budiyono mengutarakan bahwa saat ini Indonesia sedang mengupayakan kesetaraan akses air bersih bagi seluruh wilayah di Indonesia. “Kalau kita ketahui, menurut data dunia air bersih hanya berasal dari air tawar hanya berkisar 2,5 persen dari jumlah yang ada, karena itu kita perlu menjaganya, jika kita boros sangat disayangkan,” tutur Budiyono.

Sularto membahas poin ke-17, yaitu kemitraan. Ia memandang perlu adanya partisipasi dari berbagai pihak, untuk bisa terlibat dalam berbagai kegiatan untuk kemajuan bersama.

“Untuk kemitraan berhubungan dengan individu, di sinilah peran Perguruan Tinggi (PT) mengembangkan SDM yang ada untuk bisa terlibat dan menghasilkan teknologi untuk masyarakat,” ujarnya.

Pengembangan teknologi untuk kemajuan negeri juga terus dilakukan. Indonesia yang memiliki dua iklim, yakni penghujan dan kemarau, ketersediaan air kadang tidak merata pada beberapa wilayah. “Adanya pemanfaatan teknologi sederhana, penampungan air hujan yang dapat membantu di masa kemarau, selain itu pola pikir masyarakat juga harus diubah mengingat tidak semua daerah memiliki ketersediaan air,” kata Budiyono.

Bentuk teknologi sederhana untuk penampungan air, tambahnya, seperti membuat waduk, pengubahan siklus air hujan, dan konservasi daur air. Tindakan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari, contohnya penggunakan air wudhu yang bisa di daur ulang dengan beberapa ketentuan, membuka kran air sedikit, dan mandi sesuai kebutuhan.

Menyoroti pembangunan di Indonesia yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih, Sularto mengakui, masih banyak masyarakat yang tanpa sadar malah menjadi aktor yang mengurangi ketersedian sumber daya, namun tidak sedikit juga yang sadar akan pentingnya menjaga air.

Undip sebagai lembaga pendidikan juga memiliki cara untuk menjaga kemitraan serta ketersediaan air bersih. “Undip melakukan kerja sama dengan melakukan berbagai kegiatan, tak terkecuali golongan pemerintah. Selain itu tidak melupakan memberikan hasil untuk masyarakat, salah satunya Wanadipa, kawasan hutan untuk menanam buah-buahan dan hasilnya dapat langsung dinikmati masyarakat,” jelas Sularto.

Di akhir acara, kedua dekan ini mengingatkan untuk tidak mubazir dalam segala hal, dan mengajak masyarakat untuk memulainya dari hal kecil, dari diri sendiri. (patricia)