Djoko Hartoyo Alumnus Undip Menjadi Asisten Deputi Menko Marves

Patricia Ruth Berita Alumni 12/07/2021

Satu lagi alumnus Universitas Diponegoro dipercaya menduduki posisi penting di pemerintahan. Kali ini Djoko Hartoyo, angkatan pertama dan lulusan pertama Ilmu Teknologi dan Kelautan (ITK) dipilih menjadi Asisten Deputi Menko Maritim dan Investasi (Marves). Saat ini ITK telah berubah menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Djoko sudah bekerja di Kementerian Kemaritiman sejak 2014. “Saat ini tugas saya di pemerintahan Presiden Jokowi sebagai Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves RI. Tugas utamanya melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian dari semua stakeholder,” kata Djoko seperti dikutip undip.ac.id, pada Selasa (6/7/2021).

Djoko telah menduduki posisi Asped sejak dua tahun silam. Sebagai Asped ia memiliki tugas bermitra dengan lembaga lain, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Pemda provinsi maupun kabupaten/kota.

“Jadi kalau permasalahan kita selesaikan, misalkan untuk membangun jalan melewati hutan produksi jadi ada PUPR dalam hal ini Bina Marga, ada KLHK dalam hal ini adalah Ditjen Planologi dan KSDAE, serta Pemda,” jelas kelahiran Cilacap, 20 Oktober 1968 ini.

Dalam waktu dekat Djoko berencana melakukan pengembangan industri dan perkotaan baru Rebana (Cirebon – Patimban – Kertajati) yang mulai digarap pada Juli 2021. Sebanyak 88 proyek prioritas infrastruktur disiapkan untuk pengembangan kawasan dengan alokasi anggaran senilai Rp240,75 triliun. 

“Peraturan Presiden yang menjadi dasar hukum pengembangan kawasan Rebana masih kami tunggu. Kalau Perpres sudah terbit, kami akan langsung bergerak meski sekarang pun penyiapan dan pematangan program pembangunan kawasan Rebana tetap kami lakukan,” kata Djoko yang mengambil Program Profesi Insinyur di UGM tahun 2020 ini.

Ketua Alumni Kelautan (Kekal) Undip ini mengaku terkesan saat belajar di Undip. Bekal dari almamaternya itu sangat membantu dalam pengembangan karier. Ia diperkenalkan dengan banyak hal, khususnya di ITK. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Undip sebagai lembaga yang turut membentuk karakter dan keahlian saya. Khususnya kepada para dosen yang selalu membimbing saya hingga menjadi seperti sekarang. Sungguh suatu yang patut saya syukuri,” ujarnya.

Ia mengingatkan para mahasiswa Undip, terkhusus adik-adik kelasnya untuk tetap belajar di tengah pandemi, mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini. “Harus aktif membangun jejaring dan terus mencari berbagai pengetahuan yang akan menjadi bekal setelah menyelesaikan studi. Di masa pandemi ilmu dapat diperoleh dari acara webinar, kuliah online, pertemuan di Zoom, dan lainnya. Jangan putus semangat belajarnya meski kita tengah mengalami pandemi,” pesannya.

Untuk Undip, imbuhnya, harus membuka diri agar dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan para alumni yang saat ini berkarya di berbagai tempat. (patricia)