Koentjoro Duduki Jabatan Baru di PT HK

Azza Iffana Berita Alumni 30/04/2021

Koentjoro resmi menduduki jabatan baru sebagai Direktur Operasi III PT Hutama Karya, sejak 25 Februari lalu. Kini ia menangani direktorat jalan tol. Sebelumnya Koentjoro menjabat Direktur Utama PT HK Realtindo yang menangani properti.

“Kalau dari sisi skema mindset-nya hampir sama. Waktu di HK Realtindo itu sebagai investor untuk bisnis, bukan kontraktor atau civil engineering contractor. Secara mindset sama, yang membedakan adalah skema bisnisnya. Kalau properti itu investasi jangka pendek dan menengah. Kalau jalan tol investasi jangka panjang,” jelasnya ketika diwawancara pada Rabu (28/3).

Selain masalah investasi, perbedaan yang lain dari sisi operasinya. Di PT HK Realtindo, ia menangani dan melayani penghuni maupun pemilik, sedangkan di direktorat jalan tol, dia harus memperhatikan aktivitas lalu lintas, pergerakan orang dan barang.

Saat ini Koentjoro bertanggung jawab menangani jalan tol Trans Sumatera, yang dibangun sejak tahun 2015. Pembangunannya direncanakan rampung pada 2024. Saat ini jalan tol Trans Sumatera telah beroperasi sepanjang 554 km. Sepanjang 560 km sedang dalam proses pembangunan. “Baik yang sudah beroperasi maupun yang sedang konstruksi harus selesai di tahun 2024 dengan totalnya 1064 km,” ujar alumnus Teknik Sipil Undip angkatan 1988 ini.

Mengenai permasalahan jalan tol, lanjut Koentjoro, terdapat perbedaan realisasi di lapangan dan desain engineering detail yang menarik. “Bagaimana kita mengatasi bahwa pembebasan lahan itu tidak menjadi kendala dan desain itu bisa menyesuaikan dan mengantisipasi kondisi lapangan,” katanya.

Seleksi Ketat

Koentjoro bekerja di PT HK sejak tahun 1993. “Setelah lulus dari Undip saya diterima di Hutama Karya. Saya bertugas di luar daerah terus, mulai Kalimantan, Sulawesi, NTT,” ujarnya.

Kepada para mahasiswa Undip yang mentargetkan bekerja di BUMN, ia berpesan agar mempersiapkan diri lebih matang mulai sekarang. “Pertama kita harus memahami BUMN itu seperti apa. BUMN itu seperti ASN, jadi semuanya terstruktur dan rapi, kalau kita mau masuk harus terstruktur dan rapi,” jelasnya. Dia menjelaskan bahwa terdapat rangkaian seleksi yang ketat di BUMN, dari mulai tes administrasi, tes potensi akademik, tes psikologi, tes wawancara, hingga tes wawancara user.

Supaya lolos di rangkaian tes tersebut, para pelamar harus banyak latihan, seperti belajar mengerjakan tes-tes potensi akademik, hingga tes-tes psikologi. “Harus banyak latihan. Tes masuk BUMN itu bukan pelajaran yang umum di perkuliahan, pelajari saja banyak hipotesa akademik, itu tidak bisa sistem kebut semalam,” tegasnya.

Koentjoro berpesan agar para mahasiswa Undip membekali diri dengan praktik kerja lapangan atau magang. Selain itu juga harus menjalin networking sejak masih di bangku kuliah. Dia menegaskan bahwa peluang kerja di BUMN selalu terbuka lebar, bagi lulusan saintek maupun soshum. “Peluangnya sangat luas dan unpredictable, tidak ada nepotisme,” pungkasnya.