Undip dan Alumni Menjajaki Peluang Bisnis di Tanjung Lesung

Azza Iffana Berita Alumni 08/05/2021

Acara talkshow kolaborasi bisnis alumni Undip yang mengusung tema “Menyambut Potensi Bisnis di Tanjung Lesung”, berlangsung Kamis (6/5). Acara yang dilakukan secara virtual melalui Zoom ini dihadiri oleh banyak alumni Undip.

Dimoderatori oleh Kharisma Melati, acara ini menghadirkan Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D (Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip) dan Ir. Redi Nusantara, Ph.D., (PT Nusantara Puncak Mahodaya) sebagai narasumber.

Prof. Budi menyatakan bahwa talkshow ini bertujuan membuka peluang bisnis antara alumni dan Undip. “Pertama tentu kenalan satu sama lain yang masing-masing punya kompetensi, dan fokus di bidang tertentu dalam bisnis. Kita nanti bisa membuat peta jalan pola kerja sama ke depan, bagaimana mensinergikan bisnis kita atau inisiatif untuk membimbing adik-adik mahasiswa,” ujarnya. Berkaitan dengan proyek Tanjung Lesung, Prof. Budi berharap potensi dan prospek yang luas di daerah itu bisa diisi sebagai bentuk kerja sama Undip dan alumni Undip.

Redi, alumnus Magister Ilmu Ekonomi Undip tahun 2017 memaparkan mengenai wilayah Tanjung Lesung, sebagai salah satu proyeknya untuk bisa diangkat dalam kerja sama antaralumni. Wilayah Tanjung Lesung berlokasi di Banten. Saat ini fasilitas yang telah dibangun adalah resort bintang 5. Ke depannya, Tanjung Lesung akan membuka fasilitas bandara privat dan dryport. Bandara privat ini berguna untuk wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, bisa langsung landing di Tanjung Lesung. Sementara dryport bertujuan agar proses ekspor dan impor lebih efisien, karena mengurangi proses-proses yang rumit.

Proyek yang sedang ditangani Redi tidak hanya berada di sekitar pantai, tetapi juga kawasan hutan di Tanjung Lesung. Dengan luas wilayah sekitar 1500 hektare yang terdiri dari kawasan pantai dan hutan, Redi membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan alumni Undip dalam berbagai sektor. “Saya kepikiran kalau dari pihak Fakultas Kelautan dan Pertanian itu bisa mengembangkan di sini,” ujarnya. Terlebih saat ini Tanjung Lesung mempunyai peluang besar untuk penanaman sorgum dan anggur.

Lebih lanjut, Redi menjelaskan bahwa dia tidak mematok bentuk kerja sama seperti apa yang harus dilakukan oleh alumni Undip. “Ada beberapa metode yang bisa diajukan, satu kerja sama, kedua sewa, ketiga bagi hasil. Dari pihak kami membuka semua kemungkinan. Tidak membatasi harus begini begitu,” jelasnya.

Menanggapi potensi Tanjung Lesung, Prof. Budi menjelaskan bila proyek tersebut bisa dikaitkan dengan program Kampus Merdeka dari pemerintah. Apalagi Redi sempat menyinggung jika ke depannya Tanjung Lesung akan menjadi tempat Integrated Educational Tourism.