FPP Undip Bekali Mahasiswa dengan Internet of Thing

Azza Iffana Berita UNDIP 18/07/2021

Saat ini penggunaan teknologi digital telah masuk ke hampir semua lini kehidupan. Era digital mendukung dan membantu kegiatan-kegiatan manusia termasuk di bidang peternakan dan pertanian. Realita ini membuat manusia harus dapat beradaptasi. Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip pun terus berupaya memperbarui mata kuliah “Internet of Thing” (IoT). Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa di semua program studi di FPP Undip.

Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, M.S., M.Agr., menuturkan, tujuan menambahkan materi kuliah IoT untuk membekali lulusan FPP Undip dalam menghadapi era digital. “Semula Internet of Thing sebenarnya hanya alat bantu saja. Namun kini kami melihatnya sebagai hal esensial yang harus dikuasai sebagai bekal di era industri 4.0,” ujar Dekan FPP Undip ini, pada Jumat (16/7).

Ia menyadari betul bahwa saat ini praktik-praktik digital telah diterapkan di bidang pertanian maupun peternakan. Dengan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence), perkembangan program digital farming sedang pesat-pesatnya. Untuk itulah mata kuliah IoT bagi mahasiswa FPP Undip dinilai sebagai solusi untuk menyiapkan lulusan Undip yang mampu berkompetisi di era digital.

“Apa pun istilahnya, apakah modern farm, digital farming, ataupun smart farming, itu tantangan yang harus kita hadapi bersama. Dalam konteks sebagai lembaga pendidikan tinggi, kami juga berkomitmen untuk menyiapkan lulusan kita menghadapi tantangan yang ada sesuai jenjang dan tuntutan keahlian,” jelasnya.

Transfer informasi mengenai IoT, imbuhnya, tidak hanya dilakukan pada saat perkuliahan, tetapi juga melalui praktik. Saat ini FPP Undip telah memiliki kandang ayam close house yang dilengkapi dengan penerapan teknologi modern. Kandang ayam close house ini difungsikan sebagai unit usaha sekaligus laboratorium untuk praktik para mahasiswa dan peneliti. Penerapan teknologi digital di kandang ayam milik FPP Undip ini berupa teknis pengaturan suhu, pengaturan kelembaban, dan pengaturan gas amonia agar produktivitasnya bisa maksimal.

Prof. Bambang mendukung penuh pembaruan mata kuliah IoT yang kini tidak hanya diimplementasikan dari materi kuliah, tetapi juga metode, cara pencapaian, dan cakupannya. Tidak hanya itu, mata kuliah IoT harus tetap ada pada koridor yang terkait dengan bidang keilmuan peternakan dan pertanian. “Relevansi dengan bidang ilmu tetap penting untuk menunjang penerapannya secara langsung dalam kegiatan praktikum sampai pada penelitian dan pembuatan karya ilmiah,” pungkasnya.

 

Sumber foto: www.ursalink.com