Belajar Menjadi Eksportir Produk Halal dan Rempah

Patricia Ruth Berita Alumni 02/08/2021

Sekolah ekspor merupakan channel Youtube yang membahas hal seputar ekspor dari Indonesia keluar negeri. Kali ini sekolah ekspor hadir dalam event Kampus Merdeka untuk mengembangkan sumber daya manusia, khususnya bagi para mahasiswa.

Dalam webinar khusus studi independen bertema “Menjadi Eksportir Baru 4.0 Produk Halal dan Rempah”, sekolah ekspor menghadirkan tujuh narasumber kompeten. IKA Undip turut bergabung dan mengirimkan alumnusnya untuk menjadi pembicara dalam event ini.

Akhmad Muqowan, Koordinator Presidium HIMPUNI (Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia) dan Wakil Ketua Umum IKA UNDIP menjadi pembicara di hari ke-2.

Akhmad menanggapi pertanyaan Handito Joewono, moderator sekolah ekspor, tentang perkembangan masyarakat di era modern. “Saya selalu melihat perubahan itu ke arah yang lebih baik,” tutur Akhmad Muqowan.

Namun ia menyoroti tentang regulasi antara pemerintah dan masyarakat yang tidak selalu baik. “Maksudnya saat ini dari 500 anggota DPR, 376-nya adalah pengusaha. Jika melihat dari pandangan Pak Handito ini positif, tapi jika melihat dari ideologi, parpol ini tidak positif. Adanya hubungan ini akan menghasilkan domain antara masyarakat dan pemerintah akan berubah. Ini berhubungan dengan cara pandang,” paparnya.

Akhmad berpandangan, seharusnya pengusaha dan pemerintahan tidak tercampur, agar tidak terjadi pencampuran kekuasaan antara pekerjaan dan nasionalisme.

Ia juga menanggapi terkait eksportir rempah di masyarakat untuk dapat memahami kekuataan dan kekurangan kita.

Ia menyebutkan, Indonesia memberikan kontribusi sebanyak 7 miliar di dunia dan 28,6 persen produk halal untuk dunia, tetapi sayang Indonesia juga melakukan impor sebanyak 5 persen.

“Kita ini punya semua, saya mengutip pernyataan wakil presiden seharunya kita merasa malu karena SDM kita punya, SDA kita punya termasuk rempah-rempah. Ini menjadi potensi yang harus diekspansi,” ujarnya

Akhmad berpesan agar BPJPH lebih memperhatikan agar produk merah putih semakin melebar dan sertifikasi halal dapat semakin dikenal masyarakat, agar tidak ada keraguan bagi masyarakat di luar negeri. (Patricia)