Kopi Plus Madu Rahasia Hermawan Widhianto Kuat Gowes Semarang-Jakarta

Azza Ifana Berita Alumni 14/01/2022

Bersepeda merupakan aktivitas olahraga yang punya banyak penggemar. Olahraga ini sempat menjadi tren di Indonesia pada awal masa pandemi Covid-19. Banyaknya tugas kantor yang diusung ke rumah karena WFH dan keterbatasan mobilitas, membuat banyak orang perlu alternatif olahraga untuk menyegarkan pikiran. Bersepeda menjadi pilihan favorit karena selain menyehatkan dan murah, juga fleksibel, bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun.

Bagi Hermawan Widhianto yang akrab disapa Wawan, kegiatan bersepeda bukanlah hal baru. Alumnus Ilmu Kelautan Undip angkatan 1998 ini memang menyukai kegiatan olahraga yang menantang. Baru-baru ini Wawan melakukan aksinya bersepeda dari Kota Semarang, Jawa Tengah menuju Kota Jakarta.

“Sebenarnya dulu itu niatnya pengen aja gowes Semarang-Jakarta, sekarang ini ya gowes silaturahmi senior-senior Wapeala Undip. Lebih dari dua tahun sebelum pandemi, kenapa gak sekalian aja dijadiin sarana silaturahmi,” ungkapnya ketika diwawancara oleh tim kontributor website IKA Undip pada Kamis (13/1).

Wawan mengaku bahwa rencana awalnya adalah perjalanan dari Semarang ke Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Wawan dihubungi oleh senior Wapeala Undip untuk mengunjungi Cilegon, sehingga perjalanan gowes-nya berlanjut hingga Kota Cilegon, Banten. “Target awal kan sebenarnya sampai Jakarta terus dari Jakarta ternyata ada alumni yang lain yang minta untuk lanjut. Jadi ya lanjut ke Cilegon,” ujarnya.

Menariknya, perjalanan gowes sejauh lebih dari 500 km tersebut ditempuh Wawan sendirian. Wawan berangkat dari Semarang pada Rabu (5/1) dan sampai di Jakarta pada Sabtu (8/1). Ia menelusuri sepanjang jalan pantura yang menurutnya cukup menantang nyali. “Karena lewat pantura ya image saya itu sudah cuaca panas dan memang benar ada spot-spot yang panas banget. Pantura juga terkenal dengan truk yang gede-gede kan,” tuturnya.

Kepada para penggemar gowes, Wawan membagikan tips bersepeda jarak jauh. Selain harus memantapkan hati dan memeriksa kelengkapan perjalanan, juga perlu minum kopi pahit sebelum perjalanan dan tidak lupa membawa madu.  “Kita sebelum jalan gowes jauh itu minumlah kopi pahit karena minuman itu bisa memberikan tenaga yang lebih. Ia akan bereaksi setelah satu jam jalan, seperti tenaga gak habis-habis. Biasanya saya juga bawa madu. Ketika lapar atau ketika lemas, minum saja air putih dicampur madu, wah udah hilang lemasnya. Tapi memang harus madu asli, madu alami,” pungkasnya. (azza)