Kiat Sukses Berkarier Bagi Fresh Graduate

Azza Iffana Berita UNDIP 10/07/2021

Berkarier sejak lulus kuliah adalah dambaan banyak orang. Sementara kompetisi di dunia kerja kian ketat. Para fresh graduate tidak hanya bersaing dengan sesamanya, tetapi juga dengan mereka yang telah memiliki bekal pengalaman kerja lebih lama. Bagaimana agar fresh graduate bisa memenangkan persaingan tersebut? Paulus membagikan pengalamannya bekerja sejak tahun 1989, dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh Corporate Legal Club IKA FH Undip, Jumat (9/7). 

Corporate Legal Club IKA FH Undip kembali menggelar acara sharing session. Pada seri ke-7, diskusi secara virtual ini mengangkat tema "Become Successfull Leader in Corporate." Acara ini menghadirkan Paulus I Edy S.H., M.M., (Komisaris PT GoNusa Prima Distribusi, dan PT Global Dairi Alami). Kegiatan ini dimoderatori oleh Fatkhiyah Sufiningtias (alumnus FH Undip 2002 yang juga Notaris di Kab. Sukabumi) dan sebagai pemantik adalah Satria Adi Putra S.H., M.H. (alumnus FH Undip 1997 yang kini menjadi ASN Kementerian Sekretariat Negara).

Paulus menjelaskan, lulusan Fakultas Hukum memiliki prospek lapangan kerja yang luas, tidak hanya pada bidang hukum seperti profesi hakim, jaksa, pengacara, dan lain-lain. Lulusan FH dapat bekerja di kementerian atau BUMN, dosen, peneliti, wiraswasta, juga karyawan di sebuah perusahaan. Paulus mengategorikan perusahaan dalam dua jenis, yakni multi nasional company dan swasta nasional. Pada perusahaan swasta nasional, jenis perusahaan terbagi lagi menjadi dua, perusahaan publik ( Tbk.) dan perusahaan swasta family business.

Menurut Paulus, pada umumya perusahaan besar hanya membuka lowongan kerja di tingkat staf. Oleh karenanya, setiap karyawan harus bisa melakukan upgrade diri agar bisa dipromosikan ke jabatan di level atas seperti supervisor, manajer, dan sebagainya. "Kita lihat semakin baik perusahaan biasanya recruitment-nya dimulai dari basic yaitu fresh graduate. Sehingga perusahaan yang baik banyak sekali hanya membuka pintu penerimaan karyawan di entry level di fresh graduate untuk terus kita kembangkan menjadi pimpinan-pimpinan di kemudian hari," jelas alumnus FH Undip 1985 ini.

Berdasarkan kondisi itu, Paulus mengingatkan agar para fresh graduate dapat menyiapkan diri sebaik mungkin ketika akan ikut seleksi penerimaan kerja di sebuah perusahaan. "Harus disampaikan bahwa seleksi administrasi itu penting. Asal universitas dari mana, berapa IPK yang didapat karena IPK adalah syarat mutlak, ada pula kegiatan yang mendukung. Baru nanti ada seleksi interview yang biasanya ada dua tahapan, tahap teknikal dan tahap HR/user," ujar Paulus. 

Ia menambahkan bahwa masalah yang sering kali dihadapi pekerja yang merupakan fresh graduate bukanlah kemampuannya di bidang teori, tetapi justru pada soft skill. Paulus menjabarkan beberapa hal yang menjadi kendala soft skill lulusan fresh graduate ketika bekerja, seperti kurang tahan terhadap tekanan, tidak dapat bekerja dalam tim, komunikasi lisan dan tulisan yang kurang baik, hingga kurangnya inisiatif dan mudah bosan. 

Sementara itu, para fresh graduate dituntut untuk menguasai kemampuan kognitif, meningkatkan soft skill, integrity, dan melek teknologi. "IPK standar itu tidak cukup, kemampuan kognitif itu juga harus diimbangi dengan problem solving dan kemampuan literasi memahami sesuatu hingga kemampuan berpikir," ujarnya. Aspek integrity yang dimaksud berupa kejujuran dalam bekerja. "Lulusan fresh graduate harus tahu cara menggunakan teknologi terkini," tuturnya. 

Dengan modal yang cukup berupa kemampuan-kemampuan itu, karyawan memiliki kesempatan untuk menempati jabatan yang lebih tinggi. "Kadang-kadang apabila seseorang dipromosikan itu dibilang hoki. Kalau kita amati hoki itu ada dua unsur, kesempatan dan kesiapan diri. Jadi kalau kita tidak siap, kesempatan itu akan menjadi percuma," pungkasnya.