Dua Prodi Lolos, Kini FISIP Undip Canangkan Enam Prodinya Terakreditasi Internasional

Azza Ifana Berita UNDIP 04/01/2022

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip berhasil memperoleh akreditasi internasional untuk program studi S1 Ilmu Komunikasi dan S1 Administrasi Bisnis pada November 2021.

Kini FISIP Undip menargetkan enam program studi lagi untuk diakui secara internasional. Keenam prodi tersebut adalah S1 Administrasi Publik, S1 Ilmu Pemerintahan, S2 Ilmu Politik, S2 Ilmu Komunikasi, S2 Administrasi Publik, dan S3 Ilmu Sosial.

Dekan FISIP Undip, Dr. Drs. Hadi Warsono, MTP, menuturkan langkah perolehan akreditasi internasional tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan Undip sebagai universitas berskala dunia. “Tentu pencapaikan ini akan menjadi kontribusi untuk Undip sebagai World Class University dan Indonesia,” tuturnya pada Rabu (29/12).

Hadi menjelaskan bahwa saat ini FISIP Undip telah melakukan persiapan dengan membentuk tim khusus, guna mendukung enam prodinya menuju akreditasi internasional di tahun 2022. Tim khusus tersebut bertugas mempersiapkan penilaian akreditasi internasional, seperti menyediakan fasilitas internasional, menyediakan dokumen full English, menyediakan program-program internasional, menyiapkan sarana pembelajaran akademik standar internasional baik luring maupun daring, serta menyiapkan website dalam bahasa Inggris untuk semua kegiatan akademik.

Dua program studi yang telah lebih dahulu meraih akreditasi internasional, mendapatkannya dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), yang merupakan lembaga internasional di Jerman.

Selain itu, FISIP Undip juga masuk dalam ranking +600+5 top dunia yang dirilis oleh Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR 600+5) berdasarkan bidang ilmu (by subject). Prestasi tersebut membuktikan bahwa FISIP Undip mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka dunia.

“Sebenarnya selain terakreditasi internasional, kemudian masuk dalam pemeringkatan QS WUR 2021, kami sampai tahun ini sudah mempunyai jumlah paten dan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual, red) cukup banyak. Ada sebanyak 66 karya yang 7 buku modul di antaranya berkontribusi bagi kemajuan bangsa di bidang sosial, politik, kebijakan dan administrasi,” pungkasnya. (azza)

Sumber foto: fisip.undip.ac.id