Talkshow Jejaring Alumni Seri 6 Bahas FKM Undip

Azza Ifana Berita Alumni 21/08/2021

Rabu (18/8), talkshow jejaring alumni Undip telah sampai pada seri 6. Kali ini Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) menjadi fokus untuk alumni yang saling bersinergi. Hadir sebagai pembicara Dekan FK Unila, Prof. Dr. Dyah Wulan SRW., S.KM., M.Kes.; Perencana Ahli Madya dan Koordinator Kesehatan Masyarakat Bappenas RI, Dewi Analia Solikah, S.KM., M.Sc.; Kepala Balkesmas Wilayah Ambarawa  UPT Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Desie Frihandini Afief, S.KM., MH.Sc.; Manajer Divisi Manajemen Mutu & K3 PT Jakarta Propertindo, M. Reza Huzain, S.KM. 

Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc., dalam sambutannya menuturkan, Tujuan dari program ini utamanya adalah untuk memberikan upgrade perkembangan terbaru dari Undip secara umum, dan FKM secara khusus. Kami berharap para alumni bisa menyumbangkan pemikiran, paling tidak FKM bisa mencapai indeks kinerja utama universitas. 

Salah satu capaian indeks kinerja utama universitas ini adalah lulusan mendapat pekerjaan dalam kurun waktu enam bulan, dan hal ini bersinggungan dengan alumni.

Sementara itu Dekan FKM Undip, Dr. Budiyono, S.KM., M.Kes., mengungkapkan bila kegiatan ini penting bagi para alumni FKM dan kampus. "Momentum ini sangat penting, tidak hanya mempertemukan tetapi juga diharapkan dapat menyambungkan antara alumni dan kampus. Terlebih saat ini Undip sedang bergairah untuk mencapai World Class University selain menjadi universitas riset yang unggul," tuturnya.

Ketua IKA FKM Undip, Suharsi, S.KM., M.Kes., mengingatkan para alumni FKM Undip untuk turut serta membantu Undip dalam mencapai Indeks Kinerja Utama. "Apa yang bisa dilakukan oleh alumni untuk almamater selain menjaga nama baik, ternyata kita mampu mendongkrak IKU (Indeks Kinerja Utama, red), begitu besarnya peran alumni terhadap pemeringkatan universitas," ujarnya.

Prof. Dyah memaparkan peran alumni kaitannya dalam upaya peningkatan pemeringkatan Undip dan status Undip sebagai WCU. Menurutnya, salah satu capaian dari indikator lulusan universitas yang mampu terserap pekerjaan dengan cepat dapat diatasi dengan adanya jejaring alumni yang kuat. "Kalau misalkan jejaring alumni tadi kuat, tentunya informasi-informasi yang terkait dengan pekerjaan yang ada di lingkungan atau instansi kita itu bisa disampaikan kepada organisasi alumni supaya nanti paling tidak lulusan tadi bisa secepatnya terserap di dunia pekerjaan," jelas alumnus FKM Undip angkatan 1991 ini. 

Lebih lanjut, Dyah mengungkapkan perlunya kegiatan-kegiatan yang melibatkan instansi dan para alumni dari FKM hingga IKA Undip di berbagai daerah yang bisa menjadi fasilitator dalam menjalin kerja sama di daerah masing-masing. 

Adapun Desie yang bekerja di Balkesmas Wilayah Ambarawa, Dinkes Provinsi Jawa Tengah menuturkan kesediaannya untuk bekerja sama dengan FKM Undip, khususnya dalam bidang pendidikan. Balkesmas Dinas Provinsi Jawa Tengah membuka program magang yang dapat diikuti oleh mahasiswa. Saat ini program magang tersebut menganut sistem pandemi, yakni memberlakukan WFH dan WFO. "Jelas di sini menerima magang dengan desain pandemi, lebih fleksibel," katanya. Selain program magang, kegiatan kerja sama riset dan penelitian juga terbuka lebar. Jaringan kerja sama ini telah terjalin dengan adanya beberapa mahasiswa program magister FKM Undip yang melakukan penelitian bersama dengan Balkesmas Provinsi Jawa Tengah. 

Sementara itu, Dewi banyak membicarakan mengenai keuntungan tambahan ketika bekerja di Bappenas RI. "Ini hal-hal yang saya senangi dari sisi Bappenas, banyak sekali pelatihan-pelatihan, kita juga banyak bertemu dengan para profesor yang menulis bukunya secara langsung. Jadi kita diajarkan bagaimana beban penyakit itu dihitung, healt system disusun dan sistem kesehatan di Indonesia," jelasnya.

Reza memberikan pandangan lain di luar sektor kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan agar para mahasiswa yang tertarik untuk bekerja sebagai praktisi K3 di sebuah perusahaan properti, konstruksi, dan sebagainya dapat mempelajari ilmu dasar dari bidang perusahaan tempatnya akan bekerja. "Kita banyak mendapatkan ilmu-ilmu baru ketika berada di sektor properti atau konstruksi. Ini menjadi tantangan bagi kami, alumni-alumni yang basic-nya bukan dari sipil itu harus banyak mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan bidang konstruksi," pungkasnya.