Tahlil Akbar IAPAT Undip Doa Lintas Agama di Masa Pandemi

Azza Ifana Berita Alumni 02/08/2021

DPP Ikatan Alumni Program Terapan (IAPAT) Undip bersama dengan Yayasan Istiqomah IAPAT Undip gelar tahlil akbar dan doa bersama pada Minggu (1/8). Dalam acara ini, hadir Wakil Ketua DPP IKA Undip, Drs. H. Akhmad Muqowam; Dekan Sekolah Vokasi, Prof. Dr. Ir. Budiono, M.Si.; Ketua DPP IAPAT, Ir. H. Suyoto. Acara ini ditujukan untuk mendoakan para alumni dan keluarga alumni yang telah wafat.

“Doa bersama untuk almarhum dan almarhumah alumni, dan keluarga alumni, serta dosen IAPAT yang telah mendahului kita. Ini merupakan empati kita untuk melaksanakan doa bersama lintas agama. Ini semoga diterima Allah, Tuhan yang Masa Esa, untuk para almarhum dan almarhumah yang telah wafat yang jumlahnya lebih dari 200 orang di masa pandemi,” ujar Suyoto dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Budiono menyampaikan apresiasi dan rasa prihatinnya atas pandemi Covid-19. “Kami atas nama Sekolah Vokasi Undip, betul-betul menyampaikan apresiasi atas kegiatan malam hari ini. Yang pertama kita betul-betul prihatin dan ikut berbelasungkawa, banyak saudara-saudara kita yang meninggal dunia akibat wabah pandemi covid, baik alumni IAPAT dan keluarganya, bahkan Undip dan warga Undip,” tutur Budiono.

Sementara itu, dalam sambutannya Muqowam menjelaskan mengenai manfaat berdoa dalam kehidupan. Ia menuturkan, berdoa akan memberikan ketenangan hati. “Dengan berdoa kita insyaallah mendapatkan rahmat. Rahmat itu adalah kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada setiap hati kita secara langsung yang berpengaruh pada sikap hidup yang kemudian memancar pada sikap perbuatan, yang insyaallah itu akan menjadikan husnul khotimah,” jelasnya.

Acara yang dimoderatori oleh Ir. H. Andri Hidayatman itu dilanjutkan dengan doa dan tahlil bersama yang dipimpin oleh Ir. H. Ima Syahata, MBA, Ketua Umum Yayasan Istiqomah IAPAT Undip. Selain doa dan tahlil yang dilakukan secara agama Islam, doa juga dilakukan berdasarkan agama Protestan yang dipimpin oleh Ir. Pudjianto Hastojogo, doa berdasarkan agama Katolik yang dipimpin oleh Fransiskus Buntaran. Acara dilanjutkan dengan kesan perwakilan keluarga alumni yang diisi oleh Ir. H. Sugihardjo Giharto.

“Untuk kesempatan yang telah diberikan, kami ucapkan terima kasih kepada pengurus IAPAT Undip yang telah dengan tulus mengadakan acara ini sehingga kami merasa tidak ditinggalkan ketika mengalami ujian dan bahkan mendapatkan doa yang tentunya kami perlukan,” ujar Sugihardjo.

 

Acara ditutup dengan pembacaan kurang lebih 200 nama alumni dan keluarga alumni DPP IKA IAPAT Undip yang telah wafat.