Ketua Komite I Ketua Komite I DPD RI
Akhmad Muqowam
Menungso Sakdermo Hanglakoni

Drs. H. Akhmad Muqowam sebagai wakil rakyat di Senayan dan periode 2009-­2014. Pada Pemilu Legislatif tahun 2014, pria kelahiran memimpin Komite I.

AMQ, demikian panggilan trendnya, adalah anak pertama H. Achmad Asyikin (Alm.) dan Hj. Sufiyatun. Menyelesaikan S1 FISIP Universitas Diponegoro 1987. Ia sudah menunjukkan kesukaannya pada dunia politik sejak kuliah dan mengawali prakteknya di Organisasi Kemahasiswaan (PC PMII dan PW IPNU Jawa Tengah), juga sempat sebagai Ketua DPD II KNPI Semarang dan PW GP Ansor. Perjalanan yang lumayan panjang. Menungso sak dermo hanglakoni, katanya. Pindah ke Jakarta bergabung sebagai pengurus PP GP Ansor serta DPP KNPI bahkan berlanjut ke Organisasi Politik yang mendaulatnya sebagai Ketua DPP PPP (2007­2011). Perjalanan inilah yang kemudian berujung kepada karirnya di Lembaga Perwakilan Rakyat (DPR RI), dan Lembaga Perwakilan Daerah (DPD RI). Hanya satu harapannya, semoga bermanfaat bagi orang lain. Sosok yang sangat menjaga silaturahmi ini menikahi Hj.Titik

Rahmawati dan dikaruniai 3 anak (Muhammad Zaim Najamuddin, Shaina Naurah Aziza dan Muhammad Haqqi Ramadhan). Sebagai anggota legislatif, dia lebih mengutamakan fungsi legislatifnya (pembentukan perundang­undangan), bukan kepada fungsi pengawasan dan fungsi penganggaran (budgeting). Sederet karyakaryanya antara lain terlibat dalam pembentukan UU Perkeretaapian (Ketua Komisi), UU Pelayaran (Ketua Komisi), UU Penerbangan (Ketua Komisi), UU Lalulintas (Ketua Komisi), UU Meteorologi dan Geofisika (Ketua Komisi) dan yang paling fenomenal, sebaga

Ketua Pansus RUU Desa yang kemudianmenjadi UU No. 6 Tahun 2014 itu.Kepada UNDIP, dia berharapbukan sekedar sebagai struktur danfungsi yang kuantitatif. Jika maujadi the ones, siapkan SDM yangberkarakter, bermoral dan tidak sekedarberilmu pengetahuan. UNDIP harusberperan kualitatif, jaga persatuan dankekompakan untuk menjadikan UNDIPyang berkelas dunia.Untuk IKA UNDIP, “gak enak lah,saya kan Sekjen DPP IKA UNDIP... biarteman­teman saja yang menilai baikdan jeleknya. Pangapunten...”, katanya sambil tersenyum