Direktur Utama Direktur Utama PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Maryono
Atasi Masalah Dengan Ikhlas Dan Fokus

SebagaI Bankir, Maryono sudah sangat khatam dengan seluk beluk dunia perbankan.

Sejak lulus dari Fakultas Ekonomi Undip (1981) dia sudah merintis karirnya sebagai staff urusan dana di Bapindo. Sejumlah pelatihan dan kursus ditambah Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI, bahkan sempat mengikuti Negotiation Dynamic Programme di Perancis dan Senior Executive Programme di Hongkong semakin mengasah kemampuannya. Karir Maryono merangkak naik, mulai dari urusan kredit, Wakil Kepala Cabang Bapindo Bandung sampai menjadi Kepala Cabang Batam dan Pontianak.

Karirnya semakin bersinar saat Bapindo merger ke Bank Mandiri. Dia dipercaya menjadi Kepala Kanwil Bank Mandiri Kalimantan dan Medan, lalu meningkat sebagai Executive Vice President/ Group Head Jakarta Network Group (2005­2008).

Maryono yang lahir di Rembang, 16 September 1955, sebagai anak kedua dari empat bersaudara, dengan istri Sri Bawaningrum yang biasa disapa mbak Dei dan telah dikaruniai tiga anak, Vidia, Nitya dan Aji, sudah cukup nyaman posisi jabatannya di Bank Mandiri. Tiba­tiba secara mengejutkan, November 2008, dia dipilih jajaran Direksi Bank Mandiri untuk memimpin langsung upaya penyehatan kembali Bank Century. Ketika itu Bank Mandiri memang ditunjuk Pemerintah untuk menangani permasalahan Bank Century yang sedang “sakit”.

Maryono menerima ”tantangan” itu. Dia diangkat sebagai Direktur Utama Bank Century yang kemudian berubah nama menjadi Bank Mutiara. Pengalaman panjangnya sebagai bankir yang sudah sering berhadapan dengan kondisi krisis, ditambah dengan prinsip atasi semua masalah dengan ikhlas, fokus dan tanggung jawab, ia pun berhasil membawa Bank Mutiara keluar dari kondisi Bank Tidak Sehat menjadi Bank Sehat hanya dalam waktu satu tahun dan keluar dari status “Bank Dalam Pengawasan Khusus” menjadi “Bank Dalam Pengawasan Normal” dalam 2,5 tahun.

Sukses membenahi Bank Mutiara, lewat RUPSLB, Maryono mendapat amanah untuk memimpin BTN (Jumat, 28/12/2012). Selanjutnya, sebagai apresiasi Pemerintah atas prestasinya memimpin bank yang fokus pada pembiayaan perumahan tersebut ­ saat ini, sejak Jumat 17 Maret 2017 – ia dipercaya kembali memegang amanah sebagai Direktur Utama BTN.